Dinamika Pengurus Oraganisasi Santri Darut Taqwa

3 min read

pengurus oraganisasi santri darut taqwa ponorogo

Mengingat santri yang semakin banyak, tentu lembaga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membantu mengelola pesantren.

Langkah kebijakan dari Pimpinan Pondok Pesantren Darut Taqwa kepada para guru atau ustadz ialah agar para ustadz memilih santri senior sebagai tangan panjang dari Pimpinan Pondok dan sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka.

Pertimbangan pimpinan pondok ialah karena mereka sudah menginjak dewasa dan sudah lama mengenyam pendidikan dipondok.

Jadi sudah jelas mereka mengetahui siklus arus kehidupan pesantren dan juga sudah dibekali ilmu-ilmu yang insyaAllah cukup memadai diusianya saat ini untuk membantu para ustadz mengelola santri.

Setelah disepakati, pimpinan pondok berharap dengan adanya organisasi bisa menjadi ladang santri untuk belajar dan berlatih menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

Organisasi Santri Darut Taqwa(OSDA) 

pengurus organisasi santri ponpes darut taqwa
ppdaruttaqwa.com

inilah wadah yang dimana seorang santri berlatih menjadi seorang pemimipin walaupun hanya satu yang menjadi ketua umum namun setidaknya semua mendapatkan kesempatan untuk memimpin anggota-anggota dibawahnya atau adik kelasnya.

seperti ada yang mendapat amanah di bagian keamanan, bahasa, pengajaran, kesehatan, olahraga, koordinator pramuka, kesenian, kebersihan dan lain-lain

Melalui organisasi inilah kami tumbuh dan berkembang. Setelah melalui ada berbagai bidang yang tentunya akan membutuhkan organisasi yang baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara optimal.

Maka memahami makna organisasi itu sendiri akan lebih membantu dalam melaksanakan pekerjaan secara tim dengan sebaik mungkin.

Tugas Dan Tanggung Jawab

Setiap bagian Munadzomah santri dari mulai Ketua hingga bagian koprasi pastinya memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Maka dari itu disetiap bagian diharuskan untuk membuat Program Kerja dan dilaporkan kepada pengasuh pondok dan pastinya Program Kerja tersebut harus dilaksankan hingga pergantian kepengurusan organisasi berikutnya

Namum juga ada sedikit dampak negatif dari berorganisasi santri yaitu para anggota organisasi menjadi terganggu dalam kegiatan belajar ketika berada di ruang kelasnya.

Karena seperti yang kita ketahui banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh Organisasi Santri Darut Taqwa dan itu membuat para pengurus dan anggota organisasi menjadi terganggu dalam kegiatan belajar dalam kelasnya.

Begitu juga, ketika menjadi pengurus organisasi tentunya tidak mudah. Karena mengurus ratusan santri agar menjadi terarah.

Pastinya ada saja santri yang belok dalam artian melanggar peraturan kedisiplinan yang ada di Pondok Pesantren dan hal itu lah yang membuat para pengurus santri menjadi pusing.

Sehingga membuat kegiatan belajar dalam kelasnya terganggu karena memikirkan bagaimana cara memecahkan kasus seperti tersebut.

Tapi Bagaimanapun juga dengan berorganisasilah santri menjadi berkembang dalam artian menjadi lebih dewasa, manjadi lebih kritis dan masih banyak lagi plusnya dari santri berorganisasi.

maka bersyukurlah para santri yang diamanahi menjadi pengurus karena InsyaAllah dengan berorganisasilah kita akan menjadi para pemimpin terbaik di masa yang akan datang.

Roda Kepengurusan Organisasi

pengurus oraganisasi santri darut taqwa ponorogo
ppdaruttaqwa.com

Pada setiap persimpangan waktu. Santri mesti tahu apa yang harus dilakukan. Jika waktu mandi digunakan untuk tidur, Ia akan tergopoh-gopoh saat mendengar bel berbunyi, tanda jam belajar di mulai.

Tertinggal satu akan terbengkalai yang lainnya, terlebih kini kami telah diberi amanah untuk memegang kendali roda kepengurusan Organisasi Santri Darut Taqwa (OSDA), lantas tak hayal kami pun sering kali kesulitan dalam membagi waktu untuk bisa menyelesaikan hafalan Al-Quran.

Padatnya kegiatan, dan tugas-tugas yang kian hari selalu menghantui kami. Lantas kami pun sering kali menomerduakan hafalan yang menjadi target dan tujuan, tak hanya itu terkadang segala permasalahan pun hadir laksana angin yang berhembus kapan pun ia mau, terkadang bersemilir lembut, tetapi tak jarang juga bertiup dengan kencang.

Mengikuti irama hidup yang memang tak kuasa kita lawan. Dan memang terkadang kita butuh menjadi manusia lembut laksana rumput yang mengalun bersama tiupan angin. Sekencang apa pun angin bertiup, rumput hanya bergoyang. Tak kan pernah tumbang.

Namun apalah daya sering kali kami menengadah ke atas, bersimpuh, dan bahkan menangisi kejadian yang sudah ditetapkan oleh tuhan, “Ya Tuhan, apa yang engkau lakukan padaku dengan segala ke sulitan ini ?”

Tuhan pun menjawab, “Hambaku, bersabarlah, aku sedang merancang kehidupanmu.”

“ Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkan lah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. (QS. Ali-Imran: 200)

Seorang Inspiratif

Saya teringat salah seorang yang cukup inspiratif. Namanya akh Faris Notonegoro, berhari-hari dia menemaniku didalam terungku suci (pesantren). Namun tak terlihat sedikit pun beban diwajah-nya, karena berhari-hari dia bercanda, tertawa, dan selalu menebar senyum kepada siapa pun seolah tanpa beban sama sekali.

Namun suatu ketika ku melihat dia sedang duduk sendirian dibawah ayunan daun yang rindang, lantas aku pun menghampirinya dan mengajaknya ngobrol, sekian lama ngobrol kesana-sini, terlintaslah suatu pertanyaan di benakku.

“Sejak ku kenal kamu, tak pernah sekalipun ku lihat kau sedih dan marah. Kau tak pernah bosan senyum pada semua orang. Apa setiap saat kau seperti itu ?”

“Haha.. Aku manusia normal, Akhi. Tapi apa perlu membagi sedih didepan orang lain ? Ku tak ingin menebar sedihku. Ku ingin menebar bahagiaku saja. Dalam keadaan apapun, ku kan selalu tersenyum :)”

Tapi yang lebih membuat saya malu adalah ketika saya tiba-tiba bertanya padanya. “Sejak kita masuk diranah pesantren yang kesehariannya seperti layaknya militer, tentunya semuanya tak akan bebas dari segala permasalahan. Tapi saya kok nggak melihat kamu sedih dan mengeluh atas segala permasalahan yang kau hadapi ?”.

Jawaban dia meskipun disampaikan sambil bercanda, jujur membuat saya malu, “Masalah itu kan dihadapin akhi. Bukan dikeluhin dan dipikirin, hehehe”. Kami lantas tertawa bareng.

Pelajaran Yang Berharga

Sebuah pelajaran yang menurut saya sangat berharga. ketika masalah datang menempa kita, hadapi dengan gagah, jangan sampai kesedihan yang berlarut-larut justru membuat kita takut dan pada akhirnya lari dari masalah. Kalau kita lari, justru masalah itu tak akan pernah terselesaikan.

Karena pada hakikatnya orang hidup tak akan pernah bebas dari masalah. Untuk itu tugas kita adalah menghadapinya dengan senyuman, karena dengan senyuman bisa tersibak segala kabut masalah yang menutup kalbu kita.

Jika kau tersenyum di hadapan musibah, musibah pun menjadi layu dan larut ” (Said Nursi )

Oleh karena itu tersenyumlah menyambut masalah. Dan jangan lupa tuk selalu berdo’a, “Ya Allah, semoga masalah ini bukan azab dan teguran darimu semoga masalahku ini adalah ujian yang kau turunkan untuk memuliakan masa depanku.”

Inilah dinamika kehidupan pesantren yang penuh dengan rasa yang beraneka. Kadang manis dan getir bepadu menjadi irama yang mengalun mengiringi perjalanan santri mencari ilmu. Bagaimana bertahan dalam keterbatasan, bertarung melawan kejenuhan, dan menempa diri untuk menjadi pembelajar yang sabar.

Justru lika-liku rintangan yang menghadang, tak membuat semangat ku surut dan padam untuk bisa berdiri tegak diatas puncak kesuksesan, karena ku yakin bahwa apa pun yang terjadi, itu sudah menjadi ketetapan tuhan untukku. Do’a ku setiap saat, “Ya Tuhan, Aku tak peduli apapun takdirmu untukku hari ini, asal engkau menyayangiku, cukup buatku”.

Dengan do’a itu aku pun damai dalam menjalani hariku. Aku memasrahkan takdirku pada-nya. Bagaimana pun upayaku untuk mencapai apa yang ku inginkan , tetap dialah yang maha menentukan hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *